Wednesday, 30 April 2014

Polisi Sita 90 Kg Sabu di Ruko Roxy

http://ift.tt/eA8V8J

Suara.com - Jajaran Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya berhasil membongkar jaringan internasional pengedar narkoba jenis sabu-sabu yang beroperasi di ruko Roxy, Jalan Biak, Jakarta Pusat, Rabu (30/42014).


Dari hasil operasi pengerebekan, Polisi juga menyita 90 kilogram sabu-sabu siap edar.


“Kasus ini pengembangan daripada kasus-kasus yang sebelumnya, dan ini bagian dari jaringan international,” kata Wakapolda Metro Jaya dan Brigjen Sujarno di lokasi penggerebekan.


Wakapolda menerangkan barang jenis sabu tersebut diduga dikirimkan dari Hongkong lewat Malaysia dan masuk melalui jalur Dumai, Pekan Baru, lalu dikirimkan lewat darat ke Jakarta.


“kemudian barang ini sekitar 90 Kg saya liat kalau liat barangnya sabu kualitas bagus, yang jenis blue ice. Kalau kita konversikan ke Rupiah kira-kira 180 miliar,” tuturnya.


Selain itu ada satu tersangka WNA yang berhasil diamankan sekarang berinisal LSC.


“Warga negara Hongkng itu kita tangkap dia sekarang di sini,” ujar Sujarno.


Sabu-sabu itu disembunyikan dalam mainan anak dan makanan.






Sumber http://ift.tt/1hTG5Zb

via suara.com

Disiksa Perawat Rumah Jompo, Nenek 98 Tahun Meninggal Dunia

http://ift.tt/eA8V8J

Suara.com - Yvonne Grant, seorang perempuan lanjut usia asal London, Inggris, meninggal dunia akibat diabaikan dan disika perawat Panti Jompo Oban, London Utara.


Perempuan berusia 98 tahun itu meninggal pada Januari 2013. Namun, kasus tersebut baru terkuak baru-baru ini. Tepatnya ketika cucu Yvonne, Vanesa (43), mengungkapkan hasil rekaman video yang sengaja di taruhnya di kamar neneknya.


Kamera tersebut diletakan secara sembunyi untuk memantau langsung perlakukan buruk perawat rumah jompo terhadap neneknya.


Hasilnya, dalam rekaman, Yvonne terlihat berteriak 321 kali dalam satu jam untuk meminta bantuan perawat. Termasuk 45 kali ketika ia meminta bantuan perawat untuk mengantarkannya ke toilet.


Ironisnya, perawat di panti jompo itu tak menggubris. Yvonne yang diabaikan, akhirnya meninggal dunia sebulan kemudian.


“Ketika saya melihat video itu saya sangat terpukul dan marah. Saya juga melihat rekaman saat nenek saya dibanting ke tempat tidur karena kepayahan untuk berjalan menuju toilet,” kata Vanessa seperti dikutip dari laman Mirror, Rabu (30/4/2014).


Berakting baik

Perawat, kata Vanessa, selalu bertingkah baik ketika dirinya mengunjungi Yvonne. Namun, setelah itu, para perawat menunjukkan sifat aslinya.


“Awalnya semua baik-baik saja. Sampai saat saya melihat memar di tangan dan sejumlah tubuh nenek saya,” kata Vanesa.


“Setelah itu, ketika saya kembali berkunjung, nenek saya menangis dan ingin pergi dari panti jompo,” lanjutnya.


Menyikapi hal itu, Vanesa langsung mendatangi pihak panti jompo. Namun, pihak panti jompo menjamin tidak ada perlakuan buruk terhadap Yvonne. Mereka juga meyakinkan Vanesa untuk tetap mempercayakan Yvonne kepada perawat panti jompo.


Vanesa, yang tak sepenuhnya percaya janji pihak panti jompo, akhirnya menyembunyikan kamera di kamar Yvonne untuk mendapatkan bukti.


“Saya menaruh kamera di kamar nenek saya untuk mendapatkan bukti soal kualitas perawat panti jompo,” ujarnya.


“Tapi, dua hari setelah saya memberitahukan kepada nenek saya soal kamera di kamarnya, dia meninggal dunia,” lanjutnya.


Selama beberapa lama dia menyimpan video, akhirnya Vanessa membongkar kepada publik perlakukan perawat panti jompo terhadap neneknya.


Juru bicara HC One, pemilik Oban House, mengaku terkejut setelah melihat video Vanessa soal perlakuan perawatnya terhadap Yvonne. “Kami sangat terkejut dan syok. Kami tidak akan mentolerir perilaku semacam ini. Kami meminta maaf kepada keluaga Yvonne dan keluarganya. Kami sangat menyesal,” katanya.


“Kami sudah memberhentikan beberapa perawat yang diduga terlibat. Kami juga telah menyerahkan mereka kepada pihak kepolisian. Ke depannya, kami juga segera memasang CCTV untuk memantau setiap staf kami,” lanjutnya.


Menanggapi permohonan maaf pihak panti jompo, Vanessa yang tampak sangat kesal mengatakan, “seharusnya perawat itu dimasukkan saja ke dalam panti jompo. Mereka akan mendapatkan perlakuan yang lebih baik jika di penjara.”






Sumber http://ift.tt/1hTG7QJ

via suara.com

Tuesday, 29 April 2014

Menteri PPN: 2015, Tingkat Kemiskinan Turun 10 Persen

http://ift.tt/eA8V8J

Suara.com - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Armida S Alisjahbana mengatakan pemerintah dalam sasaran Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2015 menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,5 persen-6,3 persen.


“Sasaran pembangunan yang akan kita capai pada akhir 2015 adalah pertumbuhan ekonomi sebesar 5,5 persen-6,3 persen,” ujarnya dalam pemaparan pembukaan Musrenbangnas di Jakarta, Rabu.


Dalam acara tersebut hadir Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Wakil Presiden Boediono, para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu II, para Gubernur dan para pemimpin daerah kabupaten kota se-Indonesia.


Armida menambahkan sasaran pembangunan lainnya adalah inflasi diharapkan mencapai kisaran 4,5 persen plus minus satu persen, tingkat kemiskinan menurun sebesar 9 persen-10 persen dan tingkat pengangguran 5,7 persen-5,9 persen.


Ia mengatakan tema RKP 2015 adalah melanjutkan reformasi bagi percepatan pembangunan ekonomi yang berkeadilan dan hal tersebut diupayakan melalui pembangunan yang inklusif dan peningkatan rasa keadilan.


“Reformasi yang sedang berjalan perlu dilanjutkan dalam segala bidang yaitu bidang politik hukum dan keamanan, ekonomi dan kesejahteraan rakyat, kemudian percepatan pembangunan ekonomi secara menyeluruh di berbagai bidang dengan menekankan pencapaian daya saing,” kata Armida.


Armida mengatakan penyusunan RKP 2015 ini mengacu kepada rancangan teknokratis RPJMN 2015-2019 yang disusun dengan mempertimbangkan hasil evaluasi RPJMN sebelumnya, isu strategis jangka menengah dan tema yang telah digariskan RPJPN 2005-2025.


Tema RPJMN 2015-2019 adalah memantapkan pembangunan secara menyeluruh dengan menekankan pembangunan daya saing kompetitif perekonomian berbasis keunggulan sumber daya alam, sumber daya manusia yang berkualitas serta kemampuan Iptek yang meningkat.


Sementara tantangan utama dan arah kebijakan RPJMN 2015-2019 adalah mewujudkan pertumbuhan ekonomi cukup tinggi, inklusif dan berkelanjutan, pengurangan kesenjangan dan peningkatan pemerataan, pembangunan institusi dan pemberantasan korupsi, konsolidasi demokrasi dan mitigasi bencana alam serta perubahan iklim.


“Pertumbuhan ekonomi ini melalui transformasi perekonomian yang didukung oleh industrialisasi dalam arti luas yang didukung penguasan Iptek dan inovasi serta pembangunan infrastruktur dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memantapkan ketahanan pangan, energi dan air,” kata Armida. (Antara)






Sumber http://ift.tt/1hTBXs9

via suara.com

SBY: Hanya Orang Pesimistis yang Bilang Indonesia Sulit Maju

http://ift.tt/eA8V8J

Suara.com - Pencapaian pemerintah saat ini merupakan proses pembangunan jangka panjang. Oleh karena itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengimbau apa yang sudah baik dilanjutkan dan yang kurang ditingkatkan.


“Mari percepat dan perkuat pembangunan kita. Ini penting. Kita semua mengemban amanah untuk rakyat,” kata SBY saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2014 di Gedung Bidakara, Jakarta, Rabu (30/4/2014), seperti dilansir dari laman Presidenri.go.id.


Musrenbangnas bertemakan ‘Melanjutkan Reformasi bagi Percepatan Pembangunan Ekonomi yang Berkeadilan’. Hadir Wapres Boediono, para menteri KIB II, Gubernur BI Agus Martowardojo, para gubernur, bupati, dan walikota seluruh Indonesia.


Presiden SBY mengingatkan, bahwa orang yang pesimistis akan mudah berkata Indonesia akan sulit untuk maju. Tapi bagi yang optimistis akan mengatakan dengan sepenuh hati Indonesia bisa maju. Kata SBY, sejarah juga telah mencatat bahwa Indonesia bisa maju.


“Tugas kita adalah mempercepat dan memperkuat pembangunan Indonesia ke depan karena pembangunan adalah sebuah proses, bukan pekerjaan sekali jadi,” ujar SBY.


Dalam sambutannya, Presiden juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak dan seluruh elemen masyarakat atas kontribusinya untuk meningkatkan pembangunan nasional. “Untuk yang sudah tercapai, saya ucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua jajaran dan masyarakat atas kontribusinya,” ujar SBY.


Pembukaan Musrenbangnas ditandai dengan pemukulan gong. Presiden SBY juga menyerahkan buku Pencapaian Kinerja Pembangunan KIB Selama 2 Periode kepada Gubernur Sulawesi Selatan selaku Ketua Asosiasi Pemerintah Provinsi (APPSI) Syahrul Yasin Limpo, Bupati Kutai Timur selaku Ketua Asosiasi Pemerintah Kabupaten (Apkasi) Isran Noor, dan Walikota Manado selaku Ketua Asosiasi Pemerintah Kota (Apeksi) Vicky Lumentut.






Sumber http://ift.tt/1iGvQfL

via suara.com

Investasi Rp33 Miliar, Ajinomoto Bangun Pabrik Kosmetik di Cikarang

http://ift.tt/eA8V8J

Suara.com - Direktur Industri Kimia Dasar Kementerian Perindustrian Muhammad Khayam meresmikan pabrik baru penghasil bahan baku kosmetik milik PT Lautan Ajinomoto Fine Ingredients di kawasan industri Greenland Batavia Kota Deltamas, Cikarang.


“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras sehingga pembangunan pabrik PT Lautan Ajinomoto Fine Ingredient, dengan nilai investasi sebesar tiga juta dolar Amerika (sekitar Rp33 miliar-red) dapat diresmikan hari ini,” kata Muhammad Khayam pada peresmian pabrik itu di Bekasi, Rabu (30/4/2014).


Menurut Khayam, banyaknya industri kosmetika di Tanah Air mulai berdampak pada peningkatan kebutuhan akan bahan baku untuk produk kosmetik.


“Maka dengan tambahan investasi PT LAFI sebesar tiga juta dolar AS tentu akan memperkuat struktur industri kosmetik saat ini, di mana selama ini sebagian besar bahan baku kosmetik masih diimpor,” ujarnya.


Pabrik baru Ajinomoto itu memproduksi bahan baku asam amino untuk kosmetik dan produk perawatan pribadi, seperti kosmetik, shampo, dan sabun.


Khayam mengatakan dengan berdirinya pabrik baru yang memproduksi turunan asam amino, pelembab asam dan asam lemak klorida untuk bahan baku kosmetika dengan kapasitas total 3.350 ton per tahun, menjadikan Ajinomoto Group sebagai salah satu produsen bahan baku kosmetik di dunia.


“Hal ini menunjukkan bahwa iklim investasi di Indonesia semakin lama semakin baik, yang juga ditunjang oleh peningkatan pasar akibat meningkatnya daya beli masyarakat,” tukasnya.


Pada kesempatan itu, Presiden Direktur PT LAFI Hatori mengakui ada banyak kesulitan ketika memulai pembangunan pabrik tersebut.


“Namun, sekarang konstruksi sudah selesai dan kami bisa mulai produksi. Biasanya Ajinomoto memproduksi bahan baku makanan, tetapi kali ini kami memilih untuk memproduksi bahan baku untuk kosmetik,” jelasnya. (Antara)






Sumber http://ift.tt/1krGNkI

via suara.com

Status Gunung Slamet Meningkat

http://ift.tt/eA8V8J

Suara.com - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung, Jawa Barat, meningkatkan status Gunung Slamet, Jawa Tengah, dari Waspada (level II) menjadi Siaga (level III) pada Rabu (30/4/2014), pukul 10.00 WIB.


Kepala PVMBG Muhamad Hendrasto mengatakan, peningkatan status tersebut didasarkan pada aktivitas kegempaan vulkanik menunjukkan peningkatan utamanya gempa letusan, gempa embusan, dan tremor.


“Energi kegempaan (RSAM) juga meningkat. Deformasi (penggelembungan tubuh Gunung Slamet, red.) EDM (Electronic Distance Measurement) dari pos ke stasiun Cilik dan Buncis menunjukkan inflasi,” kata Hendrasto ketika dihubungi.


Terkait hal itu, kata dia, PVMBG merekomendasikan agar masyarakat dan wisatawan tidak beraktivitas dalam radius 4 kilometer dari puncak Gunung Slamet.


Secara terpisah, petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Slamet di Gambuhan, Kabupaten Pemalang, Sukedi mengatakan, semua parameter mendukung peningkatan status tersebut.


Oleh karena itu, kata Sukedi, radius bahaya Gunung Slamet diperluas menjadi 4 kilometer dari puncak. Kendati demikian, dia mengatakan bahwa radius bahaya tersebut jauh dari permukiman penduduk.


“Tidak ada permukiman. Jadi masih aman dan masyarakat diimbau untuk tetap tenang,” katanya.


Sementara dalam siaran pers Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengimbau masyarakat tetap tenang.


“Jangan terpancing isu-isu menyesatkan. Belum perlu ada pengungsian karena permukiman yang ada saat ini masih berada pada zona aman,” katanya. (Antara)






Sumber http://ift.tt/1kmCoxU

via suara.com

Studi: Lelaki di Lingkungan yang Keras Lebih Suka Perempuan Maskulin

http://ift.tt/eA8V8J

Suara.com - Mata belo dan bibir ranum mungkin membuat lelaki di Jepang tergila-gila, tetapi di Nepal para lelaki tidak tertarik pada perempuan cantik nan feminin.


Itu adalah hasil sebuah penelitian terbaru tentang preferensi lelaki terhadap wajah perempuan di 28 negara. Studi itu menunjukkan bahwa lelaki tertarik pada perempuan cantik – dengan mata besar, bibir sensual, dan dagu yang menggantung – hanya jika mereka hidup di negara-negara kaya.


Para peneliti dalam studi itu belum mengetahui alasan di balik preferensi itu. Mereka menduga faktor evolusi yang menyebabkan kecenderungan itu, setidaknya memengaruhi alam bawah sadar.


Maksudnya, lelaki yang hidup di lingkungan yang keras berpikir bahwa anak-anak mereka akan punya peluang bertahan hidup lebih baik jika mereka kawin dengan perempuan yang bisa memperoleh banyak sumber daya.


“Lelaki yang hidup di kondisi berat lebih memilih perempuan yang tidak feminin, karena perempuan feminin dinilai kurang dominan secara sosial,” kata Urszula Marcinkowska, kandidat doktor pada University of Turku, Finlandia, peneliti dalam studi itu.


Marcinkowska tertarik meneliti preferensi lelaki terhadap perempuan setelah mempelajari penelitian sebelumnya, yang menyebutkan bahwa lelaki maskulin dinilai sangat menarik oleh perempuan di negara misikin.


Dagu kokoh, mata tajam, dan alis yang dominan menunjukkan seorang lelaki punya gen kuat yang bisa diturunkan kepada anak-anaknya, demikian hasil penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Biology Letters, Maret 2013.


Dalam peneltian terbaru, Marcinkowska ingin mencoba melihat apa yang dicari lelaki pada perempuan di dunia ketiga.


Marcinkowska merekrut 1972 responden lelaki secara online dari 28 negara dan meminta mereka menilai foto seorang perempuan. Foto itu bergambar wajah satu perempuan dalam tiga versi, feminin, normal, dan maskulin.


Memang secara umum lelaki dari seluruh dunia lebih memilih wajah yang feminin ketimbang yang maskulin. Tetapi tingkat preferensi mereka beragam. Di negara miskin – dengan indikator rendahnya angka harapan hidup serta tingginya angka kematian ibu dan anak – lelaki tidak begitu tertarik dengan perempuan feminin.


Lelaki Nepal adalah mereka yang tidak tertarik dengan perempuan feminin, diikuti oleh Nigeria dan Kolombia. Lelaki Jepang adalah yang paling tertarik dengan perempuan feminin, diikuti oleh lelaki Autralia


Menurut Dan Kruger, pakar psikologi evolusi dari University of Michigan, Amerika Serikat, tampang feminin sering dikaitkan dengan kesuburan perempuan. Dalam lingkungan yang sehat, lelaki secara bawah sadar memilih perempuan yang bisa memberinya banyak anak.


Tetapi di lingkungan yang kurang sehat, yang lebih penting bagi lelaki adalah kemampuan pasangan untuk bertahan hidup agar bisa memberikan anak. Dominasi sosial – yang ditandai dengan ciri-ciri maskulin – adalah sinyal bahwa perempuan punya kemampuan untuk bertahan lebih baik di lingkungan.


Dalam studinya Marcinkowska mewanti-wanti bahwa faktor biologi bukan satu-satunya faktor untuk mengukur daya tarik seseorang. Penelitian Marcinkowska diterbitkan dalam jurnal Biology Letters edisi 29 April 2014. (LiveScience)






Sumber http://ift.tt/1o2iUAW

via suara.com