Thursday, 2 October 2014

Berburu Batu Mulia di Pasar Rawa Bening

http://ift.tt/eA8V8J

Pesona batu mulia memang tak pernah ada matinya. Begitu banyak orang memenuhi Pusat Bursa Batu Aji dan Batu Permata di Pasar Rawa Bening, Jatinegara, Jakarta Timur, siang ini menjadi buktinya.


Bursa batu aji dan batu permata yang terletak persis di seberang Stasiun Jatinegara ini memang sudah sejak lama menjadi tempat favorit para pecinta batu, dari dalam maupun luar negeri.


Memasuki pasar ini, saya langsung disambut oleh kilauan cahaya dari bebatuan yang terpajang di etalase. Beberapa batu-batuan berwarna-warni itu juga nampak tergantung, karena sudah dijadikan sebuah perhiasan, seperti kalung maupun gelang.


Ke arah tengah, saya melihat deretan kios tanpa sekat yang dipenuhi banyak orang. Beberapa orang di sana sibuk memeriksa kilauan batu mulia dengan senter.


Beberapa sibuk memilih dan melakukan tawar menawar dengan sang penjual. Ya, semua terlihat antusias melihat dan memilih batu-batuan alam nan indah itu.


Menurut Ahmad, salah satu penjual batu yang saya temui, batu-batu yang ia jual berasal dari sejumlah daerah di Indonesia, seperti Kalimantan dan Aceh. Selain itu, ada pula dari luar negeri seperti Burma, Sri Lanka hingga Kolumbia.


Di sini, pengunjung bisa menemukan beragam batu-batuan, dari mulai Blue Safir, Black Onix, Bacan, Giok, Mirah (Ruby) hingga Zambrud (Emerald).


Selain nama-nama yang sudah tak asing lagi, ada juga beberapa nama batu-batuan lain, seperti Red Tiger Eye, Pendot, Leopard Skin hingga Snowflake.


“Kalau yang paling favorit di sini Blue Safir karena memang sudah terkenal lah kalau itu. Dari Indonesia ada Bacan dari Kalimantan dan Giok dari Aceh. Itu mereka rela beli mahal,” ujar Ahmad pada suara.com, Kamis (2/10/2014).


Harga batu-batuan tersebut, menurut Ahmad berkisar antara Rp90.000 hingga puluhan juta rupiah.


Setelah mendapatkan batu-batuan sesuai selera, pengunjung bisa langsung mengikat batu-batu tersebut menjadi cincin dan perhiasan lainnya.


Bengkel tempat mengasah dan membentuk batu tersebar di beberapa area Pasar Rawa Bening ini. Suara deru mesin biasanya sudah terdengar dari kejauhan, beberapa orang terlihat sedang membentuk dan mengasah batu untuk dijadikan beragam aksesoris.


Namun, jika tak mau repot memilih batu satuan, Anda juga bisa membeli batu yang sudah dijadikan beragam aksesoris, mulai dari kalung, gelang, cincin hingga pernak pernik dan pajangan dari batu.


“Biasanya kalau sudah dijadikan aksesoris harganya lebih murah. Dan kita juga beberapa pakai batu tiruan, tapi ada juga yang asli,” ujar Santi, salah satu penjual aksesoris batu.


Harga untuk beragam aksesoris ini sangat beragam, mulai dari Rp30.000 hingga jutaan rupiah.


“Kalau Pasar Rawa Bening mah udah terkenal dari dulu. Makanya saya sering ke sini, biar rumah jauh. Harganya murah, puas, banyak pilihan,” ujar Rianto, pengunjung asal Depok, Jawa Barat.


Jika Anda juga tertarik berkeliling ke Pusat Bursa Batu Aji dan Batu Permata di Pasar Rawa Bening, bawalah uang yang cukup. Selain itu, Anda juga harus tetap berhati-hati dengan keaslian batu-batuan yang dijual.








Sumber http://ift.tt/1vftBmV

via suara.com

No comments:

Post a Comment